Pupuk Kaltim jadi Perusahaan Pertama Peraih Grand Platinum dari BSN

  • 22-11-2018 / 14:27 WIB
  • Kategori:Nasional
Pupuk Kaltim jadi Perusahaan Pertama Peraih Grand Platinum dari BSN Kepala BSN Bambang Prasetya (dua dari kiri) bersama para peraih SNI Award didampingi Menteri Perindustrian Erlangga Hartanto (dua dari kanan) dan Rhenald Kasali (paling kanan) pada malam penghargaan SNI Award di Jakarta, Rabu (21/11). (BSN FOR JPC)

JAKARTA- Ajang SNI Award memasuki usia 14 tahun. Ajang tahunan yang digelar oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) ini dimulai sejak 2005. Pada penyelenggaraan yang ke-14 di Jakarta Rabu tadi malam (21/11) ada sebuah penghargaan spesial dan baru pertama kali diberikan.

Kepala BSN Bambang Prasetya menuturkan penghargaan spesial tersebut adalah Grand Platinum. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan atau organisasi yang sudah tiga kali mendapatkan penghargaan Platinum. Peraih penghargaan Grand Platinum jatuh kepada PT Pupuk Kaltim.

Bambang mengatakan tahun ini ada 208 perusahaan maupun organisasi yang mendaftar di SNI Award. Dari jumlah tersebut, 70 masuk ke fase penjurian yang diketuai oleh Rhenald Kasali.

Setelah fase penjurian ditetapkan ada 56 perusahaan yang meraih penghargaan perunggu, perak, emas, dan platinum. Serta ada satu yang mendapatkan Grand Platinum.

"Setiap tahun jumlah pendaftar SNI Award meningkat," kata Bambang saat ditemui usai acara.

Pada 2016 ada 108 organisasi atau perusahaan. Lalu pada 2017, sebanyak 126 organisasi atau perusahaan yang mendaftar. Sedangkan pada tahun ini ada 208 perusahaan atau organisasi yang mendaftar.

Menurut Bambang pemberian SNI Award menjadi sebuah apresiasi kepada perusahaan atau organisasi yang menerapkan SNI dengan baik. Selain itu peraih penghargaan SNI diharapkan menjadi contoh atau role model untuk perusahaan atau organisasi yang lainnya.

Bambang melanjutkan, proses penilaian SNI Award dilakukan secara ketat oleh tim juri yang diketuai pakar ekonomi Rhenald Khasali. Total anggota dewan juri ada 19 orang. Mereka merupakan ahli dalam berbagai bidang.

Selain itu mereka yang ahli di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian. Para juri berasal dari industri, pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi maupun pakar management, good goverment, sosial ekonomi, dan financial.

Penerima SNI Award tahun 2018 terbagi menjadi 12 kategori. Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya mempunyai 10 kategori.

Ada 2 kategori tambahan tahun ini. Yaitu kategori organisasi pendidikan menengah dan organisasi pendidikan tinggi yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional.

"Syarat berikutnya akreditasi tersebut berlaku sekurang-kurangnya 2 tahun atau sejak tanggal 1 Maret 2016," pungkas Bambang.

Acara malam penghargaan SNI Award dihadiri oleh Menteri Perindustrian Erlangga Hartanto dan Menristekdikti Mohamad Nasir. Dalam sambutannya Nasir mengapresiasi karena selain perusahaan, ada lembaga pendidikan yang ikut kompetisi SNI Award.

Dia menuturkan bahwa saat ini sudah masuk era digital. Untuk itu dia berpesan supaya lembaga pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, memanfaatkan kemajuan teknologi dalam pembelajaran.

"Seperti menjalankan kuliah jarak jauh atau distance learning," katanya.

Sehingga sudah bukan eranya lagi sebuah kampus berlomba memiliki gedung yang megah. Sebab pembelajaran berbasis teknologi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.(wan/JPC/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : buari

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI