Dinkes Batam Siapkan Perda HIV/AIDS

  • 03-12-2018 / 13:50 WIB
  • Kategori:Nasional
Dinkes Batam Siapkan Perda HIV/AIDS Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusumarjadi. (Bobi Bani/JPC)

BATAM - Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), berada di urutan kedua untuk tingkat sebaran virus HIV/AIDS di Indonesia. Batam hanya kalah dari Kota Makassar di urutan pertama dari 514 kabupaten/kota. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan dan menjadi perhatian di tingkat pusat.

Direktur Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Sonny W Manalu mengatakan, tingginya sebara HIV/AIDS karena Batam merupakan kota wisata, dagang, dan persinggahan. Sehingga gerak manusia menuju dan meninggalkan Batam cukup tinggi.

Bersama kota rawan lainnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam memiliki peranan penting untuk memastikan persoalan HIV AIDS bisa tertangani dengan benar. Hadirnya aturan dalam bentuk peraturan daerah (Perda) terkait HIV AIDS juga dinilai penting. Sebab perda akan mengikat dan memperlihatkan komitmen pemerintah terhadap penanganan kasus ini.

Menanggapi posisi rawan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusumarjadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadirkan perda terkait penanganan dan pencegahan HIV/AIDS. Sejauh ini, Dinkes sudah menyiapkan naskah akademik untuk diajukan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda). "Tahun ini masuk ke Prolegda dua perda. Satunya soal HIV/AIDS," kata Didi ketika dihubungi, Senin (3/12).

Data akumulatif kasus HIV dari 1992 hingga Oktober 2018, tercatat ada 6.359 penderita. Sementara untuk AIDS berjumlah 2.380 orang. Sedangkan yang meninggal berjumlah 754 orang.

Dalam tiga tahun belakangan, jumlah penderita HIV di Batam selalu meningkat. Pada 2015 ada 641 kasus. Lalu pada 2016 meningkat menjadi 694 kasus. Peningkatan juga terjadi pada 2017 dengan 768 kasus. Sedangkan tahun ini, hingga bulan Juni tercatat sudah ada 600 kasus HIV, 206 AIDS dan 60 orang meninggal dunia.

Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS berbanding lurus dengan keberhasilan pihak-pihak terkait dalam mengupayakan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan. Pada 2015 lalu, jumlah masyarakat yang diperiksa berjumlah 10.033 orang. Melonjak mencapai 20.392 orang pada 2017.

Didi berharap apa yang diupayakan Dinkes Kota Batam bisa sejalan dan didukung semua pihak. Karena bisa memberikan kekuatan lebih pada penanganan kasus-kasus yang berkaitan dengan HIV/AIDS.(bbi/JPC/bua)

Editor : bua
Uploader : buari
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU