Chicken Dance yang Membuat Jantung Berdetak 120 kali

  • 09-12-2018 / 17:00 WIB
Chicken Dance yang Membuat Jantung Berdetak 120 kali foto: Ipunk Purwanto/MP

Berawal dari sebuah pertanyaan, apakah senam itu bisa meningkatkan detak jantung sampai 100 kali per menit. Dahlan Iskan yang mendapat pertanyaan ini langsung sigap menjawab. ‘’Bisa, bahkan bisa sampai 120 per menit asal senamnya dilakukan dengan gerakan yang benar sesuai irama.’’

Pertanyaan ini saya sampaikan karena dalam sebuah tulisan di disway.co.id Pak Dahlan pernah menulis olahraga yang baik adalah aerobic yang akan meningkatkan detak jantung sampai 100 kali per menit. Senam adalah salah satu jenis olahraga aerobic yang gerakannya dilakukan terus menerus.

Usai dialog singkat itu, Pak Dahlan bersama rombongan klub senamnya beranjak menuju terminal wisata Lawang untuk melakukan senam bersama. Warga Lawang menyambut antusias mantan menteri BUMN tersebut. Tak banyak cakap, rombongan berseragam pink itu langsung menggeber senam. Warga Lawang yang sebelumnya sudah menunggu, langsung mengikuti.

Saya sudah lama tidak mengikuti senam bersama Pak Dahlan. Dulu saat masih menjadi menteri BUMN, dalam setiap kunjungan ke Malang selalu mengadakan senam bersama. Senamnya kali ini agak beda dibanding yang dulu, lebih dinamis dan cepat menguras keringat. Meskipun ada yang tetap sama, seperti Chicken Dance yang menjadi penutup.

Senam Dahlan Style memakan waktu hampir satu jam nonstop. Pak Dahlan yang berada di panggung berasama wakil bupati Malang HM Sanusi tetap bersamangat. Tak kelihatan rasa lelah, meskipun keringat mulai membasahi tubuhnya. Sanusi yang basah kuyup juga tetap semangat.

Para peserta juga tak kalah semangat, mereka terus bergerak mengikuti irama lagu. Bagi anggota senam Dahlan tentu sudah hafal gerakannya, tapi warga Lawang tentu masih harus menyesuaikan dengan para instruktur yang berada di panggung.

Usai senam Dahlan, acara dilanjutkan dengan senam Zumba yang biasa diadakan warga lawang di tempat tersebut setiap Ahad. Saya pikir Pak Dahlan akan turun memberi kesempatan instruktur memimpin Zumba. Ternyata tidak, dia tetap di panggung mengikuti gerakan Zumba yang rancak dan ritme yang lebih cepat.

Tak Nampak kelelahan pada wajahnya. Terus bergerak mengikuti irama yang mengentak. Senyum terus mengambang dari wajahnya. Begitu juga para instruktur dan peserta, masih tetap semangat menggerakkan tubuhnya mengikuti irama.

Pak Dahlan adalah guru saya dalam menulis. Tulisannnya sangat bagus. Dulu saat masih aktif di Jawa Pos, menulis tiap pekan. Sekarang, beliau menulis tiap hari di web yang dibuat khusus untuknya, disway.co.id.  Ya, tiap hari menulis. Pagi buta tulisannya sudah muncul tentang berbagai masalah, nasional maupun internasional. Gaya tulisannya agak berbeda. Mungkin disesuaikan dengan media online yang kalimatnya pendek-pendek, bahkan cuma satu kata.

Pak Dahlan juga jadi teladan saya dalam kesehatan. Setelah beliau sakit dan harus ganti hati, tidak pernah absen olahraga tiap hari. Begitu juga setelah ada masalah dengan jantungnya, olahraga tidak boleh ditinggalkan. Dengan olahraga itulah Pak Dahlan tampak sehat. Sama seperti menulis, saya tidak mencontoh beliau sepenuhnya. Belum bisa menulis tiap hari dan belum bisa olahraga tiap hari.

Kalau tidak bisa mengambil semuanya, jangan ditinggal semuanya. Saya tetap menulis meskipun tidak hari. Olahraga aerobic juga saya lakukan seminggu tiga kali, bergantian antara jogging dan bersepeda. Untuk bisa bertemu dengan Pak Dahlan, Ahad itu saya bersepeda dari rumah ke Lawang. Kalau dihitung jaraknya sekitar 40 Km. Berat ? Ah biasa. Cuma pulangnya agak berat, karena tenaga sudah terkuras untuk senam yang hampir 90 menit itu.

  • Editor : Husnun
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Knockout Lawan Tim Kuat!

Satreskoba Polres Makota Kembali Tangkap Pengguna Sabu

JKI Unggulan Prodi BK Unikama

Belajar Sejarah di Kota Warisan Dunia

Situs Sekaran Sungguh Luas, Sepakat Lestarikan

VIDEO

-->