Ogah Pakai Asing, Bidik Kiper Asli Malang

  • 14-12-2018 / 23:55 WIB
  • Kategori:Arema
Ogah Pakai Asing, Bidik Kiper Asli Malang Teguh Amirudin

MALANG-Arema FC sudah kapok menggunakan penjaga gawang asing. Tim berjuluk Singo Edan itu dipastikan tidak akan menggunakan pemain asing untuk posisi kiper. Sebaliknya, tim yang tahun ini finish di posisi enam di kompetisi Liga 1 itu akan memboyong kiper lokal, asli Malang, yang bahkan sudah menjalin kesepakatan dengan Arema.

Nama seperti Muhammad Sandy Firmansyah, Teguh Amirudin, hingga Annnas Fitrianto, masuk ke bursa karena mereka adalah pemain asal Malang. Meski ada beberapa nama lainnya, seperti Ferdiansyah, Sukasto Effendi hingga Aji Saka, namun ada satu clue yang diberikan manajemen Arema terkait sosok yang bakal dijadikan pemain untuk bersaing dengan Utam Rusdiana dan Kurniawan Kartika Ajie.

Clue tersebut yakni pemain yang akan direkrut berasal dari klub di kasta tertinggi di Indonesia. Praktis, ketika Malang Post mencoba menginventaris, minimal ada empat pemain tersebut yang berpeluang menjadi bagian Arema.

"Kiper baru tim Arema nanti adalah anak asli kelahiran Malang. Siapa dia? Ya ditunggu saja," tutur General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Ruddy berani menegaskan sang kiper asli Malang, karena sudah ada kesepakatan dengan manajemen Arema. Sekalipun masih kesepakatan lisan.

"Pengganti Ostojic sudah deal secara lisan. Kiper baru nanti akan terlihat pada latihan perdana tim," papar dia.

Ia mengatakan, mendapatkan kiper lokal ini lebih mudah. Sebab, dengan status asli Malang, rasa memiliki dan keinginan bermain di Tim Singo Edan, ada pada sang pemain. Selain itu, Arema memiliki parameter jika sang pemain paham kultur sepak bola Malang dan juga pemain yang bagus secara kualitas.

"Kalau di Liga 1, Insya Allah masih bagus," sebutnya.

Namun, sama dengan nama bidikan lainnya baik pemain atau pelatih, Ruddy tetap bungkam. Menurutnya, sebatas clue sudah cukup dan dia berharap bisa mengamankan sang pemain.

"Kalau Aremania atau siapapun penasaran, ya sudah begitu clue-nya. Sama seperti lainnya, kami tidak mau ekspose berlebihan," tambah dia.

Sementara, dia menilai Arema sudah cukup menggunakan kiper asing musim lalu. Nyatanya, hasil tidak maksimal dan Ostojic lebih banyak diparkir. Justru Utam Rusdiana yang menjadi pilihan utama.

Menggunakan kiper asing, juga membuat Arema harus kehilangan kuota pemain asing, yang bisa dimaksimalkan di posisi lain. Seperti di putaran kedua musim 2018, Arema akhirnya harus berburu striker asing berpaspor Asia, karena slot non Asia terisi Ostojic, Makan Konate dan Arthur Cunha.

Pada akhirnya, Arema gagal mendapatkan striker paspor Asia dan menggunakan tiga pemain asing saja. "Tahun ini jadi pengalaman yang bagus. Makanya kami siapkan tim sebaik mungkin," sebutnya.

Sementara itu, terkait nama Sandy, Teguh, Hery dan Anas, dua nama pertama lebih kuat dikabarkan merapat ke Arema. Alasan kuatnya, Sandy tidak terikat kontrak dengan klub manapun saat ini. Sedangkan Teguh, adalah jebolan Akademi Arema, yang sudah diketahui kualitasnya oleh para asisten pelatih.

Sandy Firmansyah mengundurkan diri dari Sriwijaya FC pertengahan musim lalu. Mendapatkan pemain berusia 31 tahun itu, diprediksi lebih mudah. Sementara, untuk Teguh juga sudah beberapa kali diisukan ke Arema. Tahun 2017 lalu juga sempat dirilis, namun akhirnya kembali ke PS Tira.

Untuk nama Anas, meski berada di Liga 1, musim ini prestasinya bersama Perseru tidak begitu moncer.

"Ya meski banyak yang menyebutkan nama, kami tetap tidak akan bilang iya atau tidak. Sehingga, tidak ada spekulasi yang keluar dari manajemen,"tutur Mesia Officer Arema, Sudarmaji.(ley/ary)

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU