Hj. Fariyal Naftalin Resmikan Kesenian Jaranan Campursari Turonggo Sejati di Wagir

  • 17-12-2018 / 05:28 WIB
Hj. Fariyal Naftalin Resmikan Kesenian Jaranan Campursari Turonggo Sejati di Wagir PERESMIAN: Hj. Fariyal Naftalin, anggota GePe MKGR Jawa Timur meresmikan kesenian jaranan Turonggo Sejati di daerah Wagir.

MALANG- Seni dan budaya memang tidak lepas dari kehidupan Hj. Fariyal Naftalin, SE.  Wanita anggota Gerakan Perempuan (GePe) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Timur memiliki kiprah yang luar biasa terhadap segala bentuk  kesenian di Jawa Timur, utamanya Malang Raya.

Seperti yang dilakukannya di Desa Mendalanwangi, Wagir, Kabupaten Malang. Ia meresmikan kesenian jaranan campursari ‘Turonggo Sejati’. “Saya menjadi pembina kesenian di Turonggo Sejati,” ungkapnya kepada MP Online. Dia berharap kesenian ini bisa dikenal hingga di dunia internasional.    

Kesenian jaranan campursari Turonggo Sejati ini, dibentuk bulan November 2018 di rumah Likin Aji, salah seorang warga Dusun Darungan, Desa Mendalanwangi, Wagir. “Kesenian jaranan campursari merupakan kesenian tradisional jaranan yang dikolaborasikan dengan musik campursari,” terang Neng Fey, sapaan akrabnya.

Kelompok kesenian jaranan ini, lanjutnya, melakukan pewarisan budaya dengan tujuan untuk melestarikan kesenian jaranan campursari kepada masyarakat di sekitarnya. “Pewarisan budaya yang dilakukan pertama, melalui proses pendekatan pada lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar,” ucapnya.

“Pewarisan budaya ini sangat membantu perkembangan kesenian jaranan campursari, agar masyarakat semakin mengenal kesenian jaranan campursari sebagai kesenian tradisional yang harus dijaga dan dilestarikan,” papar calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Malang Raya dari partai berlambang pohon beringin ini.

Dipaparkan lebih jauh, tari jaranan merupakan kesenian yang memiliki asal beragam dan sejarah yang cukup panjang. “Kesenian ini lahir saat kerajaan kuno Jawa Timur berdiri sehingga dapat dikatakan bahwa kesenian ini adalah tradisi leluhur dari masyarakat Jawa Timur,” ungkap wanita cantik ini.

“Di era modern ini masih ada masyarakat yang melestarikan kesenian daerah yang sudah berumur ratusan tahun untuk mengingat sejarah dan asal usul kita. Kita patut berbangga tentang hal ini, saat banyak orang lain melupakan kesenian ini, kita masih berkesempatan mengenalnya,” tegas Fariyal, sapaan lain Neng Fey.

Tari Jaranan adalah kesenian tari tradisional yang dimainkan oleh para penari dengan menaiki kuda tiruan yang tebuat dari anyaman bambu. Selain kaya akan nilai seni dan budaya, tarian ini juga sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritual. Tari Jaranan merupakan kesenian yang sangat terkenal di Jawa Timur.

Ketua Perempuan, Sosial dan  Hubungan Internasional DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Jatim ini menerangkan, kesenian jaranan adalah seni tari yang menggunakan instrumen berupa anyaman bambu atau daun pandan yang dibentuk sedemikian rupa hingga mirip seperti kuda. ”Tarian jaranan ini populer di Jawa Timur, salah satunya Malang,” tutupnya. (mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Knockout Lawan Tim Kuat!

Satreskoba Polres Makota Kembali Tangkap Pengguna Sabu

JKI Unggulan Prodi BK Unikama

Belajar Sejarah di Kota Warisan Dunia

Situs Sekaran Sungguh Luas, Sepakat Lestarikan

VIDEO

-->