SDI As-Salam Wisuda Siswa Penghafal Alquran

  • 17-12-2018 / 11:47 WIB
  • Kategori:Sekolah
SDI As-Salam Wisuda Siswa Penghafal Alquran KHUSUK : Siswa-siswi SDI As-Salam membaca doa sesaat sebelum mengikuti uji publik di imtihan.

MALANG – SD Islam As-Salam menggelar Khataman dan Imtihan materi tartil dan tahfidz untuk 73 siswanya. Bekerjasama dengan ummi foundation, kegiatan tersebut sebagai uji pubik bagi siswa yang dinyatakan lulus ujian beberapa waktu sebelumnya. Acara yang digelar di Gedung Pertamina SMKN 2 Malang, Sabtu (15/12), dihadiri oleh orang tua dari masing-masing siswa yang diwisuda. 

Koordinator Tahfidz SDI As-Salam, Agusnaini Saifullah, S.PdI mengatakan, uji publik yang dilaksanakan dalam kegiatan imtihan kali ini dilakukan oleh pihak ummi foundation. Kemampuan tartil dan tahfidz siswa di juz 28, 29 dan 30 juga diuji oleh para audiens.

“Ini sebagai apresiasi yang kami berikan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan minimal tiga juz,” ucapnya.        

Di sesi uji publik, guru dan Ummi sebagai pihak pelaksana sengaja memberikan waktu kepada audiens untuk memberikan pertanyaan kepada siswa. Mereka dibebaskan untuk menanyakan perihal materi yang ditampilkan dalam slide. Termasuk kepada siapa pertanyaan tersebut ditujukan. Baik kepada anaknya sendiri maupun kepada peserta siswa yang lain.

“Tujuannya agar para audiens, orang tua siswa maupun undangan yang lain mengetahui secara langsung sejauh mana kemampuan anak-anak,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, sebelum khataman dan imtihan tahfidz, ada 120 siswa yang mengikuti seleksi. Mereka mengikuti beberapa tahapan munaqosah terlebih dahulu sebagai seleksi.

“Pertama ada pra munaqosah yang dilakukan pihak guru  untuk menyeleksi siswa yang dianggap mampu. Dari seleksi tersebut kami dapatkan 73 siswa yang layak untuk mengikuti munaqosah, baru bisa mengikuti khataman dan imtihan,” terangnya. 

Ia menjelaskan, kategori penilaian munaqosah oleh ummi antara lain fasohah, kelancaran dan tajwid. Fasohah merupakan tingkat kefasehan siswa dalam melafalkan huruf  atau makharijul huruf. Termasuk kelancaran membaca siswa dengan hukum tajwid yang benar menjadi penilaian penting lainnya.

“Kami berharap selain prestasi di bidang pembelajaran umum, siswa juga berprestasi di bidang Alquran, sehingga menjadi generasi qurani yang memperjuangkan alquran,” ungkapnya.

Kepala SD Islam As-Salam Drs. Mochamad Arief Chusaeni, M.KPd  mengatakan, menghafal Alquran dapat meningkatkan kecerdasan anak. Kebiasaan menghafal akan meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga berimbas pada ilmu pelajaran lainnya. “Rata-rata siswa yang hafidz  quran otaknya pintar-pintar,” katanya kepada Malang Post, beberapa hari sebelumnya. 

Namun ia mengatakan, mencetak para hafidz quran tidaklah mudah. Tanpa ada dukungan dari orang tua siswa. Kemampuan siswa menghafal banyak surat bergantung pada peran orang tua di rumah. “Karena hafalan itu bergantung sekali dengan muroja’ah. Yaitu terus mengulang dan mengulang yang telah dihafal di rumah,” ucapnya.  

Kepada orang tua, Arief mengimbau agar bisa membimbing siswa di rumah dalam belajar dan berlatih. Menurutnya, anak usia SD merupakan usia emas untuk meningkatkan kecerdasan dan membentuk karakter anak yang baik. “Sayang kalau kesempatan emas ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Ia menuturkan, untuk menjadi hafidz quran yang harus diperhatikan adalah upaya untuk menjaga anak agar terhindar dari perbuatan maksiat. Dengan menjauhkan mereka dari tontotan yang tidak pantas  baik dari televisi, internet atau media sosisal yang berkembang. “Hindari anak dari penggunaaan handphone yang tidak benar. Karena itu akan menghilangkan hafalan dan merusak akhlak,” tegas Arief.

Artinya, lanjut Arief, di balik keberhasilan siswa menjadi hafidz quran,  mereka harus memiliki akhlak yang bagus. Sebab hafidz bukan menjadi ukuran kemuliaan seseorang. Akhlak tetap menjadi yang utama.  “Hafal Alquran tidak serta merta membuat akhlak anak menjadi bagus. Perlu pembinaan yang benar untuk urusan akhlak. Sehingga anak-anak menjadi mulia dengan menjadi hafidz yang berakhlakul karimah,” pungkasnya. (imm/sir/oci)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU