Penjualan Melemah, Nasib Apple Diprediksi Bisa Seperti Nokia

  • 07-01-2019 / 12:07 WIB
Penjualan Melemah, Nasib Apple Diprediksi Bisa Seperti Nokia Foto: Istimewa

MP Online - Masih ingat dengan kejayaan dan dominasi ponsel Nokia beberapa dekade lalu yang akhirnya runtuh tergantikan merek-merek baru yang lebih segar? Hal sama diprediksi bisa saja menimpa Apple, raksasa teknologi dari Cupertino, Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman CulfToMac, Senin (7/1), seorang analis Goldman Sachs, Rod Hall mengatakan kepada CNBC bahwa pedoman pendapatan Apple yang telah direvisi mungkin menjadi awal cerita panjang tersebut. Menurut Rod Hall, Apple dapat memangkas angka (perkiraan pendapatan) lebih banyak lagi tahun ini karena menurunkan ekspektasi tentang penjualan iPhone. Rod Hall kemudian menyamakan Apple dengan Nokia yang jatuh dalam 'permainan' perangkat mobile.

Hall mencatat bahwa Nokia menjadi tergantung pada peningkatan pelanggan setelah memenuhi pasar dengan perangkatnya. Berbagai hal menjadi bumerang ketika pelanggan mulai menunggu lebih lama untuk memperbarui handset mereka. Dalam surat terbaru Tim Cook tentang panduan penghasilan, ia menulis bahwa Apple menghadapi masalah dalam membuat pengguna dapat beralih ke iPhone versi terbaru mereka.

Hal tersebut didasari atas perangkat iPhone yang menjadi semakin mahal pada setiap perilisan terbarunya. Imbasnya pelanggan harus merogoh kocek lebih dalam jika ingin melakukan upgrade perangkat terbaru dari yang mereka gunakan sebelumnya.

"Nokia melihat ekspansi yang cepat dari tingkat penggantian pada akhir 2007 yang jauh melampaui apa yang diperkirakan secara linear,” tulis Hall. "Di luar Tiongkok, kami tidak melihat bukti kuat dari pelambatan konsumen Apple menuju 2019, tetapi kami hanya memberi tanda kepada investor bahwa kami percaya tingkat penggantian Apple kemungkinan jauh lebih sensitif terhadap makro sekarang karena perusahaan sedang mendekati penetrasi pasar maksimum untuk iPhone," ungkapnya.

Hall melanjutkan bahwa Apple berpotensi mengalami penurunan angka lebih lanjut terhadap permintaan perangkat Apple di Tiongkok awal 2019. "Kami telah menandai masalah permintaan Apple di Tiongkok sejak akhir September dan pemotongan panduan Apple menegaskan pandangan kami. Kami tidak melihat situasi membaik pada Maret dan akan tetap berhati-hati di sektor ini," tegasnya.

Secara pribadi, Hall menyebut perbandingan dengan Nokia menarik walaupun agak terlalu dini. Di antara perbedaan lainnya, handset Nokia yang sangat populer akhir 1990-an hingga awal 2000-an disusul oleh smartphone. Namun hal yang sama tidak terjadi pada Apple. Hanya saja penurunan penjualan perangkat Apple lantaran menjadi semakin mahal.

Selain itu, adanya sedikit penurunan dalam penjualan iPhone, termasuk masalah eksternal dan hal lain seharusnya tidak menjadi alasan untuk dapat panik saat ini. Hall berharap setiap kuartal hingga akhir 2019 bisa berisi harapan positif.

Sekadar informasi, baru-baru ini Apple akhirnya mengakui bahwa permintaan iPhone mereka melemah terutama di pasar Tiongkok. Akibatnya, penggawa teknologi AS itu memangkas perkiraan keuangan mereka yang juga berimbas pada anjloknya harga saham Apple di bursa. (JPC/MPOL)

  • Editor : irawan
  • Uploader : irawan

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Knockout Lawan Tim Kuat!

Satreskoba Polres Makota Kembali Tangkap Pengguna Sabu

JKI Unggulan Prodi BK Unikama

Belajar Sejarah di Kota Warisan Dunia

Situs Sekaran Sungguh Luas, Sepakat Lestarikan

VIDEO

-->