Lima Strategi Wajib Diambil Bos Teknologi 2019 Bocoran Microsoft

  • 08-01-2019 / 10:28 WIB
  • Kategori:Nasional
Lima Strategi Wajib Diambil Bos Teknologi 2019 Bocoran Microsoft Foto: Istimewa

MP Online - Awal 2019 harus menjadikan kita untuk semakin optimistis. Termasuk dalam industri teknologi yang sering kali butuh keputusan-keputusan baru karena setiap waktu teknologi memang terus berkembang. Para CEO atau petinggi pada tahun yang baru ini pun diimbau agar tepat mengambil keputusan di sektor teknologi. Tentunya masih terkait dengan perubahan teknologi.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan, saat ini semakin banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi untuk menjawab tantangan-tantangan yang hadir era disrupsi ini. “Beberapa industri bahkan tidak hanya terdisrupsi, tetapi juga berevolusi, sehingga adopsi teknologi dan proses digital diperlukan untuk tetap relevan dan kompetitif dengan perkembangan teknologi,” katanya dalam keterangan resmi kepada JawaPos.com, Selasa (7/1).

Menurut dia, untuk merespons disrupsi ini, tech intensity bisa diterapkan. "Tech intensity merupakan sebuah terminologi ciptaan Satya Nadella, CEO Microsoft, yang mendorong perusahaan untuk mempercepat adopsi teknologi agar kemudian fokus membangun kemampuan digital masing-masing," terang Haris.

Lebih lanjut lagi, setidaknya ada lima keputusan teknologi yang sejalan dengan tech intensity. Keputusan ini bisa menjadi rujukan para CEO di Indonesia.

 

Modernisasi Strategi Data

Keputusan teknologi pertama yang harus diambil para CEO di Indonesia menurut Microsoft adalah modernisasi strategi data. Data dikatakan adalah kunci proses pertumbuhan perusahaan. Pada sejumlah organisasi besar di Asia-Pasifik, yang sering menjadi tantangan bukan ketersediaan data, melainkan tenaga yang dibutuhkan untuk mengelola data perusahaan yang bertambah. Industri perbankan misalnya, membutuhkan alat untuk melacak dan menganalisis data acak dari berbagai saluran seperti perangkat, touchpoint terbaru pelanggan, dan arus data pihak ketiga.

 

Percepatan Penetrasi Layanan Simpan Berbasis Awan

Selanjutnya, ada adopsi layanan penyimpanan berbasis awan atau cloud yang dipercepat. Dari awal kemunculan platform cloud, banyak CEO yang mempertanyakan risiko keamanan data serta kepatuhan terhadap regulasi. Sejak Microsoft menghadirkan hybrid cloud (integrasi public cloud dan on-premise) di Indonesia, Azure Stack, perusahaan kini dapat memilih untuk mengaplikasikan strategi Hybrid Cloud yang memungkinkan pembagian data dan aplikasi di dua domain tersebut. Solusi itu diklaim memberikan perusahaan kemampuan untuk mengukur infrastuktur on-premise mereka melalui public cloud secara mulus tanpa harus memberikan akses pusat data kepada pihak ketiga, serta tetap patuh terhadap regulasi yang berlaku.

 

Pengembangan Keterampilan Digital

Kemudian keputusan yang lain adalah pengembangan keterampilan digital tenaga kerja. Para CEO dikatakan perlu memprioritaskan pengembangan keterampilan tenaga kerja terutama di sektor digital. Hal tersebut dikatakan agar terjadi kesinambungan antara kemampuan pekerja dan proses transformasi teknologi yang terus berlangsung di dalamnya.

 

Menumbuhkan Pola Pikir Digital

Keempat, keputusan yang harus diambil para CEO di 2019 adalah menumbuhkan pola pikir digital. Maksudnya, sebesar apapun pengaplikasian teknologi tidak akan mampu mentransformasi perusahaan ke arah digital secara menyeluruh apabila tidak dibarengi dengan perubahan budaya. Budaya tersebut yakni menerapkan pola pikir terbuka dan menyukai eksperimen terutama di sektor digital.

Organisasi Digital dan Trust

Terakhir, untuk lima keputusan yang harus diambil oleh para CEO adalah pengambilan keputusan organisasi digital yang ditandai dengan kepercayaan. Kepercayaan merupakan hal yang krusial karena organisasi digital tidak hanya rentan terhadap serangan dunia maya, tetapi juga menghadapi tantangan lain. Mulai dari regulasi yang terus berubah, ekspektasi kepatuhan etika dalam transaksi online, hingga penanganan data konsumen. Jika hal tersebut tidak ada kepercayaan, sulit rasanya organisasi digital bakal berkembang. Jadi, trust atau kepercayaan dikatakan merupakan keputusan penting.

“Tahun 2019 merupakan tahun transformasi digital dengan memanfaatkan layanan cloud computing dimana pemimpin perusahaan akan mengambil langkah untuk merespon bentuk ekonomi baru: ekonomi digital. Dalam merespon hal tersebut, para CEO perlu mempertimbangkan lima keputusan teknologi tersebut,” tutup Haris. (JPC/MPOL)

Editor : irawan
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU