Praktik Meracik Obat, Siswa Harus Cermat dan Teliti

  • 09-01-2019 / 14:08 WIB
Praktik Meracik Obat, Siswa Harus Cermat dan Teliti Siswa SMK Farmasi Maharani saat belajar meracik resep di salah satu Laboratorium sekolah. (Guest Gesang/MP Online)

MALANG - Siswa-siswi SMK Farmasi Maharani, Rabu (9/1) siang tadi sedang praktikum resep. Mereka tampak serius dan hati-hati menakar dan bahan untuk diracik menjadi obat. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahan.

Kegiatan meracik obat membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tingkat tinggi. Mengingat hasilnya sangat menentukan hidup seseorang.

Guru Pembimbing Praktikum Lusia Purwidiastuti, S.Si., Apt. mengatakan, meracik obat merupakan kegiatan yang beresiko. Oleh karenanya, siswa-siswi SMK Farmasi Maharani dilatih agar profesional.

Profesional yang dimaksud terkait kompetensi dan juga skillnya. Siswa dituntut untuk cermat dan teliti agar dalam menjalankan tugasnya  tidak sampai salah.

Seperti menghitung dosis, menimbang dan meracik obat. Siswa juga harus bisa sabar untuk mendapatkan hasil yang bagus. Sebab semua itu, dilakukan dengan proses yang yang tepat. "Kecermatan dan ketelitian itu harus, karena pekerjaan mereka menyangkut nyawa seseorang," ucapnya.

Di kegiatan praktikum kali ini, siswa membuat beberapa jenis obat dan bahan kosmetik. Mereka meracik obat jerawat dan membuat bedak kesehatan yang dinamakan salisil.

Bedak ini merupakan salah satu jenis bedak pereda gatal-gatal atau penyakit kulit. Siswa juga pernah membuat salep untuk menyembuhkan bisul. "Selama ini produk yang mereka buat berhasil. Cuma memang digunakan untuk kalangan sendiri," kata dia.

Untuk satu obat siswa hanya diberikan waktu 30 menit. 15 menit pertama untuk perhitungan dan pembuatan. Dan 15 menit sisanya untuk penyelesaian. "Menggunakan waktu harus efektif. Tidak bisa lama-lama, karena ditunggu pasien. Dalan waktu yang singkat itu juga harus cermat dan teliti, agar tidak sampai salah," tutur lulusan Universitas Widyamandala Surabaya ini

Lusia menjelaskan, para siswa hanya diberikan ilmu dasar tentang membuat obat. Pengetahuan mereka akan diperkuat saat masa praktek industri atau di perguruan tinggi. "Setidaknya mereka menguasai ilmu dasarnya. Sehingga kemampuan siswa mudah untuk dikembangkan," tambahnya.

Sesuai dengan konsentrasinya, SMK Farmasi Maharani mencetak lulusan yang siap bekerja di dunia kesehatan. Seperti rumah sakit, klinik, apotek atau perusahaan kosmetik. (imm)

  • Editor : mar
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Warga Surabaya Tertangkap Nyabu di Sukun

TP PKK Lihat Sentra UKM di Eks Lokalisasi Dolly


GRATIS !!!

Untuk Berlangganan Berita Malang Post Online,
Ketik Nama dan Email di Form Berikut Ini.



VIDEO

-->