Cina Peringatkan AS Jangan Terlalu Menuntut

  • 09-01-2019 / 17:14 WIB
Cina Peringatkan AS Jangan Terlalu Menuntut Cina memperingatkan Washington tidak menuntut terlalu banyak dan menghindari situasi jadi "diluar kendali" (India Today/JPC)

Cina memperingatkan Washington tidak menuntut terlalu banyak dan menghindari situasi jadi "diluar kendali". Delegasi kedua negara sedang melakukan negosiasi soal perang dagang.

Harian Partai Komunis Cina "Global Times" menulis, pemerintahan Donald Trump sedang menghadapi Cina yang semakin kuat dan memiliki kebutuhan sendiri yang mendesak. Washington "tidak bisa mendesak Cina terlalu jauh" dan harus menghindari situasi yang "berputar di luar kendali."

Negosiator kedua negara memulai pembicaraan hari Senin (7/1) di Beijing untuk membahas hubungan dagang kedua negara yang saat ini ditandai dengan perang tarif. Ketegangan ekonomi antara AS dan Cina dikhawatirkan bisa menghambat perekonomian global. Sampai kini belum ada tanda bahwa kedua pihak mengubah pendiriannya.

Presiden AS Donald Trump mulai melancarkan perang dagang bulan Juli lalu dengan menaikkan tarif impor barang-barang dari Cina dengan alasan, Cina mencuri hasil-hasil inovasi atau menekan perusahaan AS untuk menyerahkan teknologinya. Cina kemudian melakukan langkah balasan dengan mengenakan tarif impor atas produk-produk AS.

Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping 1 Desember lalu sepakat menunda kenaikan tarif impor babak kedua selama 90 hari untuk melakukan negosiasi. Tetapi para ekonom mengatakan bahwa terlalu sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah yang telah mengganggu hubungan AS-Cina selama bertahun-tahun.

AS desak perubahan kebijakan ekspansi teknologi

Washington terutama mendesak Beijing untuk mengubah kebijakannya dalam bidang teknologi, termasuk rencana membentuk perusahaan-perusahaan unggulan yang disubsidi dalam bidang robotika dan –bidang bidang lainnya. Eropa, Jepang dan mitra dagang lainnya juga mendukung keluhan AS bahwa Cina terlalu menutup pasarnya untuk perusahaan asing.

Para pejabat Cina memang menyatakan akan meninjau kembali rencana pengembangan industrinya, namun menolak tekanan luar negeri agar mereka  meninggalkan strategi teknologinya. Para pemimpin Cina melihat keunggulan di bidang teknologi sebagai salah satu kunci menuju kemakmuran dan mengukuhkan pengaruh global yang lebih besar.

AS dan Cina melakukan negosiasi perdagangan, meskipun masih ada ketegangan politik sehubungan dengan penangkapan pejabat tinggi perusahaan Huawei di Kanada atas permintaan AS.

Delegasi AS di Beijing dipimpin wakil perdagangan AS, Jeffrey D. Gerrish, dan mencakup pejabat dari sektor  pertanian, energi, perdagangan, keuangan dan pejabat Departemen Luar Negeri. Kedua belah pihak hanya memberikan sedikit informasi tentang negosiasi mereka.

Perang dagang perlambat pertumbuhan ekonomi

AS sebelumnya memberlakukan kenaikan tarif impor sampai 25 persen produk-produk Cina senilai 250 miliar Dolar AS. Cina membalas dengan mengenakan pajak impor pada barang-barang dari AS senilai 110 miliar Dolar dan menangguhkan pemberian lisensi di bidang keuangan dan bisnis lainnya.

Perang dagang sudah menghambat perekonomian di kedua negara. Pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal kedua tahun lalu turun ke 6,5 persen, tingkat terendah pasca krisis global. Penjualan mobil di Cina anjlok 16 persen pada November lalu dibanding setahun sebelumnya.

Ekonomi AS mencatat pertumbuhan 3,4 persen pada kuartal ketiga dan pengangguran berada pada tingkat terendah selama lima dekade. Tetapi survei menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen melemah karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi pada tahun ini.(JPC/mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Warga Surabaya Tertangkap Nyabu di Sukun

TP PKK Lihat Sentra UKM di Eks Lokalisasi Dolly


GRATIS !!!

Untuk Berlangganan Berita Malang Post Online,
Ketik Nama dan Email di Form Berikut Ini.



VIDEO

-->