Susun Konsep Masterplan Terminal Kargo//Judul

  • 11-01-2019 / 00:30 WIB
  • Kategori:Malang
Susun Konsep Masterplan Terminal Kargo//Judul PENENTUAN LOKASI: (ki-ka) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Drs. Ek. Hafi Lutfi, MM dan Kabag Kesra Ir. R. Taufiq Hidayat. Hafi menyampaikan pendapatnya dalam diskusi. (guest/mp online)

Diskusi Malang Post Forum (2)

MALANG-Terminal Kargo sangat dibutuhkan di Malang. Konsep lokasi dan teknis operasinya dibahas dalam diskusi “Pembangunan Terminal Kargo untuk Mengatasi Kemacetan Malang Raya”.  Peserta antusias memaparkan pendapatnya dalam diskusi di Graha Malang Post Rabu (9/1).  

Pertama, konsep lokasi yang ideal dibahas oleh beberapa peserta diskusi yang hadir mewakili OPD berkaitan Kota Malang, Kabupaten Malang sampai Kota Batu. Salah satunya diawali dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Hafi Lutfi.

“Tentu kami semua sepakat adanya terminal ini. Tapi ada yang perlu benar-benar diperhatikan dalam penentuan lokasi” tegasnya dalam diskusi yang juga dihadiri Plt. Bupati Malang M. Sanusi tersebut.

Dikatakannya, Pemda setempat ataupun pengelola nantinya harus tahu dan menghitung arus harian rata-ratanya di kawasan tersebut. Belum lagi yang harus diperhatikan adalah kontur tanah. Pasalnya kendaraan berat tidak sama semua jenisnya.

Bergantung pada muatan yang dibawa. Bisa saja jenis kendaraan colt akan tetapi muatannya besar. Bisa pula truk-truk besar gandeng yang masuk. Maka menurut Lutfi, kontur tanah untuk lokasi terminal harus benar-benar kuat dan ideal.

”Saran saya sih juga jangan di dekat-dekat exit tol juga, tapi bisa masuk lagi lebih ke dalam” tegasnya.

Terkait hal ini, Pakar Transportasi UB Ludfi Djakfar sempat menanggapi. Kontur tanah yang ideal untuk terminal kargo sebenarnya ada di kawasan Gribig. Dikatakannya, kontur tanah kawasan Gribig kuat dan rata.

Terkait lokasi yang tidak boleh terlalu dekat dengan mulut tol, hal inipun ditanggapinya. Kawasan Gribig Kota Malang masih memiliki lahan luas lainnya.

“Kalau ga mau didekat exit tol bisa kok dicari lebih ke dalam lagi. Lahan di sana masih banyak luas” ungkap Ludfi.

Tidak hanya Kadishub Kabupaten Malang saja yang menanggapi teknis dan lokasi Terminal Kargo. Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso pun menjelaskan beberapa hal.  Erik menerangkan teknis penempatan lokasi terminal bongkar muat sudah diatur dalam Permenhub yang dapat dijadikan landasan.

“Salah satunya memperhatikan rencana kebutuhan simpul terminal. Dan jika memang dipergunakan untuk umum ada yang harus diperhatikan seperti tingkat aksesibilitas pengguna jasa angkutan, kesesuaian lahan dengan rencana tata ruang juga,” paparnya.

Selain itu kelas jalan juga harus diperhatikan, jaringan jalannya ke wilayah sekitarnya. Serta permintaan angkutan barang, pola distribusi barang hingga efek ke lingkungannya. Dijelaskan Erik hal inilah yang tidak hanya satu wilayah saja dapat memikirkan akan tetapi tiga daerah bersama-sama.

Pada dasarnya, Kota Malang sendiri hanya menginginkan terminal ini memberikan efek pengurangan kemacetan di Kota Malang.

“Jadi jika bicara terminal kargo dan teknis-teknisnya memang kita tidak bisa sendirian. Nanti akan ada jaringan jalan (outer ring) yang konek dengan Kabupaten dan Kota Batu. Dan harapannya tengah kota setelah ini juga tidak ada kendaraan besar masuk jadi akan ada public transportation dan ini butuh kerjasama semua wilayah” terangnya.

Kepala Bappeda Kota Batu M. Chori pun menyepakati bahwa konsep Terminal Kargo dibuat bagi kepentingan Malang Raya. Terkait teknis, ia pun lebih memilih teknis mengikuti aturan yang ada, selama hal tersebut akan membantu arus lalin Kota Batu lebih lancar.

Pasalnya, utamanya di Batu, menurut Chori jaringan dan ruas jalan batu tidak lagi dapat menampung ketika ada luapan arus muatan besar ketika tol dioperasikan sepenuhnya. Sebagai kota kecil namun tengah berkembang pesat, menurutnya adanya infrastruktur penunjang, seperti Terminal Kargo akan sangat membantu. 

“Memang forum seperti ini harus sering diadakan. Pemkot Batu sangat mendukung terminal ini, ini bisa jadi masterplan pembangunan yang kemudian bisa diusulkan langsung ke tingkat provinsi dan nasional” tegasnya.

Chori pun sepakat jika pembahasan terminal kargo ini berujung pada usulan masterplan bersama tiga daerah. Baik dari teknis, lokasi sampai nanti jalur penunjang di masing-masing wilayahnya. Hingga dapat memberikan manfaat sama rata bagi ketiga wilayah.

Terkait pembangunan konsep serta dampak manfaat Terminal Kargo bagi tiga wilayah Malang Raya akan disampaikan kalangan pengusaha dan pengamat ekonomi dalam edisi tulisan berikutnya. Dalam edisi tulisan berikutnya akan dikupas konsep teknis Terminal Kargo seperti apakah yang dapat memberikan manfaat bagi ketiga wilayah di Malang Raya secara benefit. (ica/ary)

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU