Blanko e-KTP Sangat Minim, 95 Ribu Warga Kabupaten Malang Masih Pegang Suket

  • 11-01-2019 / 18:06 WIB
Blanko e-KTP Sangat Minim, 95 Ribu Warga Kabupaten Malang Masih Pegang Suket Sri Meicharini. (IRA RAVIKA/MP Online)

MALANG - Dinas Kependudukan dan Pencatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Malang belum dapat menyelesailan masalah blanko e-KTP. Terbukti hingga hari ini, 95 ribu warga Kabupaten Malang masih memegang surat keterangan (Suket). Itu karena pasokan blanko e-KTP sangat minim.

Kepala Dispenduk Capil, Kabupaten Malang, Sri Meicharini mengatakan minimnya blanko e-KTP ini terjadai tak hanya di Kabupaten Malang tapi di seluruh Indonesia. Dia menuturkam, selama ini pihaknya sudah berusaha untuk meminta lebih ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk blanko e-KTP. Namun faktanya setiap bulan Pemkab Malang hanya mendapatkan rata-rata 8000 blanko.

"Pemohon e-KTP di kami rata-rata perhari 250. Per bulan kisaran 5000. Sedangkan per bulan kami mendapatkan blanko 8000. Sehingga sisa dari blanko, dari selisih pemohon digunakan untuk menyelesaikan Suket," katanya.

Rini begitu dia akrab dipanggil menyebutkan mengakui jika sebelumnya sempat mengatakan permasalahan Suket ini dapat diselesaikan pada tahun 2018. Namun dalam perjalanan seiringdengan distribusi blanko yang minim ternyata tak bisa selesai.

95 ribu suket di katakan Rini merupakan akumulatif dari tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018. Dan blanko di kecamatan juga rata-rata habis.

"Sekarang saya di Jakarta, kemari kami memohon 1000. Alhamdulillah di acc 2500. Harapan kami bisa cepat menyelesaikan suket," katanya.

Kendati demikian, Rini juga mengatakan kepada warga yang memegang suket tak perlu risau. Karena suket dapat digunakan untuk beragam keperluan administrasi. Termasuk untuk para CPNS yang lolos rekruitmen, bisa melampirkam suket untuk syarat e-KTP.

"Pengajuan kredit, ataupun syarat administrasi lainnya tak ada masalah dengan suket, alias boleh. Termasuk untuk syarat CPNS yang lolos jugs boleh," tandasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Malang H M Sanusi juga mengirom surat ke Kemendagri terkait blanko e-KTP. Dia juga menyesalkan sampai dengan saat kni masih belum bisa menyelesaikan masalah e-KTP.

"Kami sudah berkirim surat ke Kemendagri untuj blanko e-KTP. Karena banyak warga Kabupaten Malang yang masih pegang suket," katanya.

Sekalipun suket bisa digunakan, tapi idealnya masyarakat memegang e-KTP.

"Makanya itu kami mendorong Kementrian untuk mencetak blanko e-KTP lebih banyak. Sehingga permasalahan e-KTP ini bisa selesai," tandasnya.(ira)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Knockout Lawan Tim Kuat!

Satreskoba Polres Makota Kembali Tangkap Pengguna Sabu

JKI Unggulan Prodi BK Unikama

Belajar Sejarah di Kota Warisan Dunia

Situs Sekaran Sungguh Luas, Sepakat Lestarikan

VIDEO

-->