Cengeng, Ingat Anak, Hendri Menangis Saat Diperiksa Penyidik

  • 12-01-2019 / 11:01 WIB
Cengeng, Ingat Anak, Hendri Menangis Saat Diperiksa Penyidik Kedua tersangka penadah motor curian, yakni Hendri Purwanto dan Lukman, ketika dimintai keterangan penyidik.(Ipunk Purwanto/MP Online)

MALANG - Penyesalan datangnya selalu belakangan, halnya dengan Hendri Purwanto, 32, warga Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur. Ia menangis ketika diperiksa oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Turen.

"Saya ingat anak. Tidak tahu kalau akhirnya masuk penjara seperti ini," ucap tersangka Hendri Purwanto, sembari mengusap air matanya.

Pria berambut gondrong dengan kedua tangan penuh hiasan tatto ini, mengaku menyesal. Ia mengatakan dulunya tidak akan membeli motor bodong tersebut, kalau akhirnya harus dipenjara.

"Saya membeli motor pada Lukman seharga Rp 1,7 juta. Katanya surat-suratnya sedang ketlisut," ujarnya.

Begitu mengetahui motor bodong dan nomor mesin telah dihilangkan, Hendri mengaku ketakutan. Kemudian ia mencoba menjual motor lewat online di media sosial Facebook. Namun upayanya malah justru membuatnya meringkuk dalam tahanan.

"Saya menyesal, baru sekali ini berurusan dengan polisi. Kasihan istri dan anak-anak," tuturnya.(agp)

  • Editor : mar
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Warga Surabaya Tertangkap Nyabu di Sukun

TP PKK Lihat Sentra UKM di Eks Lokalisasi Dolly


GRATIS !!!

Untuk Berlangganan Berita Malang Post Online,
Ketik Nama dan Email di Form Berikut Ini.



VIDEO

-->